SAOKAREBA – Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) salah satu daerah yang rawan terjadi bencana.
Berdasarkan data laporan kejadian BPBD Luwu Timur periode Januari–Oktober 2025, tercatat 585 kejadian bencana dengan total 1.547 warga terdampak.
Rinciannya, 509 kali gempa bumi, 11 tanah longsor, 5 orang hilang (3 ditemukan meninggal, 2 selamat).
Ada 22 cuaca ekstrem dengan 363 korban terdampak, 3 kebakaran hutan dan lahan, 13 kebakaran rumah dengan 525 korban terdampak, serta 22 banjir dengan 654 korban.
Pemkab Luwu Timur menggelar apel gelar pasukan dan peralatan kesiapsiagaan penanganan bencana alam di Bundaran Bumi Batara Guru, Malili, Sabtu (29/11/2025).
Tujuannya, memastikan seluruh personel serta sarana prasarana siap digunakan saat terjadi keadaan darurat.
“Ini juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam,” kata Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge.
Selain Jihadin, hadir juga Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur, Harisah Suharjo dalam apel besar yang dipimpin Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Personil gabungan yang hadir dari unsur siaga bencana, mulai dari BPBD, TNI, TNI AL, Polres, Polairud.
Damkar, Tagana, PMI, SENKOM, PSC 119, BAZNAS, Dishub, Satpol PP, FKPPI, relawan, hingga instansi terkait lainnya.












