SAOKAREBA – PT Vale Indonesia Tbk berupaya mengubah industri tambang menjadi tempat kerja yang lebih setara bagi pekerja perempuan. Komitmen ditunjukkan PT Vale terhadap kesetaraan gender terlihat cukup konkret.
Ada target terkait jumlah pemimpin perempuan, kebijakan anti-diskriminasi, kesetaraan gaji, peningkatan kompetensi kepemimpinan perempuan, dan pelatihan budaya inklusif yang dilakukan perusahaan.
Data per April 2026, jumlah pekerja perempuan dan persentasenya dibanding laki-laki, rinciannya: IGP Pomalaa 26.53 persen, IGP Sorowako 10.14 persen dan IGP Morowali 22.77 persen.
Jumlah pekerja perempuan di PT Vale Indonesia dari 2021 sampai 2026 juga terus meningkat. Rinciannya: 8.6 persen pada 2021, 8.7 persen 2022, 10.21 persen 2023, 11.58 persen 2024, 12.09 persen 2025 dan YTD 2026 12.37 persen.
Pekerja perempuan menempati posisi non staff , staff, senior staff or manager , general manager or specialist dan management.
PT Vale juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, setara, dan memberikan peluang yang sama bagi perempuan untuk berkarya dari level operator hingga top manajemen, sekaligus mendorong kesetaraan di komunitas lingkar tambang.
Program rekrutmen dan pengembangan pekerja perempuan di PT Vale dirancang secara terintegrasi dalam kerangka Diversity, Equity & Inclusion (DEI), dengan fokus pada penciptaan kesempatan yang setara dan peningkatan representasi perempuan di seluruh level organisasi.
Dari sisi rekrutmen, perusahaan menerapkan proses seleksi berbasis kompetensi tanpa bias gender, disertai target peningkatan jumlah pekerja perempuan serta penguatan talent pipeline melalui kerja sama dengan institusi pendidikan dan program vokasi, khususnya untuk perempuan lokal.
Sementara itu, dari sisi pengembangan, PT Vale menyediakan program leadership yang tentunya juga menargetkan perempuan, mentoring dan coaching oleh pemimpin senior, serta keterlibatan dalam proyek-proyek strategis untuk mempercepat akselerasi karier.
Upaya ini diperkuat dengan target peningkatan jumlah perempuan di posisi kepemimpinan, evaluasi kesetaraan secara berkala, serta kampanye internal yang mendorong budaya kerja inklusif.
Secara keseluruhan, pendekatan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk tidak hanya membuka akses, tetapi juga memastikan perempuan memiliki peluang berkembang dan berkontribusi secara optimal di industri pertambangan.
Kebijakan inklusi dan anti-diskriminasi di PT Vale merupakan bagian inti dari strategi Diversity, Equity & Inclusion (DEI) yang terintegrasi dalam berbagai kebijakan perusahaan, seperti Diversity & Inclusion Policy, Sustainability Policy, People Policy, hingga Code of Conduct.
Secara prinsip, perusahaan menjamin kesempatan yang setara bagi seluruh individu tanpa memandang gender, etnis, agama, latar belakang, pandangan politik, maupun kondisi disabilitas, serta memastikan setiap karyawan merasa dihargai, dihormati, dan diberdayakan.
Kebijakan tempat kerja inklusif telah diterapkan perseroan dengan: Zero tolerance terhadap diskriminasi dan pelecehan: Ada kanal pelaporan whistleblowing dan Gender-Based Violence yang aman. Fasilitas ramah perempuan: Ruang laktasi, APD yang disesuaikan ukuran tubuh perempuan, toilet terpisah di seluruh site.
Cuti & fleksibilitas: Cuti melahirkan 4 bulan, Cuti Haid yang dapat diambil tanpa harus ada pemeriksaan ke dokter, cuti ayah, dan opsi kerja fleksibel untuk mendukung peran ganda.
Secara keseluruhan, kebijakan ini tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga dijalankan secara sistematis melalui pengawasan, pelatihan bias, serta integrasi ke dalam strategi bisnis dan tata kelola perusahaan.
Tantangan terbesar PT Vale adalah mengubah struktur industri tambang yang lama didominasi laki-laki, upaya PT Vale selama ini terlihat cukup sistematis, yaitu menetapkan target, mengubah proses rekrutmen, membangun budaya kerja inklusif, memberi kesempatan pengembangan diri dan promosi.
Serta menjamin kesetaraan upah. Hasilnya sudah terlihat dari kenaikan proporsi pekerja perempuan, meski masih ada ruang besar untuk mencapai target jangka panjang.
PT Vale senantiasa membuka kesempatan bagi perempuan untuk dapat mengembangkan dirinya dalam sektor manapun di perusahaan, tidak saja berkaitan dengan tugas non teknis tapi juga tugas teknis sehingga semua dapat mengambil peran. Bagi kami sebagai Perusahaan yang sangat menjunjung tinggi nilai Diversity, Equity and Inclusion (DEI) dalam bekerja kesetaraan menjadi penting.
Perempuan dapat mengambil peran pekerjaan laki-laki, seperti sebagai operator dump truck dan menjalan shift malam seperti pekerja laki-laki, hal ini menjadi wujud Perusahaan sangat memberikan Perempuan dapat berperan penting dalam mendukung mewujudkan pertambangan berkelanjutan.
Selain itu, di PT Vale kami membentuk sebuah komunitas bagi perempuan pekerja yang disebut Vale Women Network, sebagai wadah yang memperkuat peran, pengembangan, dan keterlibatan pekerja perempuan di lingkungan perusahaan, sekaligus mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih inklusif.
Bagi PT Vale, makna Hari Kartini dalam konteks pemberdayaan perempuan tidak sekadar peringatan simbolik, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen terhadap kesetaraan gender di tempat kerja.
Hari Kartini bagi Perseroan bermakna Perempuan dapat mengambil peran penting dalam industri pertambangan, bagi Perseroan the Equity is Engine our owning path and powering growth. Mari bekerja Bersama pekerja laki-laki bersinergi untuk mewujudkan energi keberlanjutan.
Juga menjadi pengingat untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, aman, dan bebas diskriminasi, sekaligus mendorong perempuan agar berani mengambil peran strategis dan menunjukkan kapasitasnya.
Dengan demikian, peringatan ini berfungsi sebagai penggerak budaya perusahaan agar selaras dengan nilai Diversity, Equity & Inclusion (DEI), serta memastikan bahwa pemberdayaan perempuan menjadi bagian dari keberlanjutan bisnis dan transformasi organisasi.
Pesan perusahaan bagi perempuan Indonesia yang ingin berkarier di industri tambang, sektor ini terbuka bagi siapa pun yang memiliki kompetensi, semangat belajar, dan keberanian untuk berkembang, tanpa dibatasi oleh stereotip gender.
Perempuan diharapkan tidak hanya hadir sebagai bagian dari tenaga kerja, tetapi juga menjadi pemimpin, innovator, dan agen perubahan yang membawa perpektif baru bagi masa depan industry yang lebih berkelanjutan.
Teruslah menggali potensi diri, skill yang dimiliki jika terus diasah akan memberikan dampak positive bagi sekitar. Jangan berhenti untuk terus berkarya dan mengembangkan diri.












