SAOKAREBA – Ketua TP PKK Luwu Timur, Sufriaty Budiman sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pelecehan seksual di Kecamatan Wasuponda dan Nuha, Jumat (10/3/2023).
Sufriaty mengatakan KDRT ini sudah ada sejak dahulu, sehingga itulah menjadi perhatian pemerintah membuat undang-undang.
“Pemerintah tidak berharap ada masyarakat di Luwu Timur ini mengalami KDRT dan pelecehan seksual. Jika dipresentasikan, 95 persen yang menjadi objek adalah perempuan sementara subjeknya adalah laki-laki,” jelas Sufriaty.
Olehnya itu, ketua TP PKK Lutim ini sangat berharap sosialisasi ini bisa dipahami apa sebenarnya yang dikatakan KDRT dan pelecehan seksual, bagaimana perlindungannya, pencegahannya, dan ketika itu terjadi.
“Setelah sosialisasi ini, kami berharap tidak ada lagi KDRT dan Pelecehan seksual yang ada di Luwu Timur, terkhusus di Kecamatan Wasuponda dan Nuha,” ucap istri Bupati Luwu Timur ini.
Terkait dengan pelecehan seksual, ia mengatakan, sangat miris jika terjadi pelecehan seksual terhadap anak-anak.
“Melalui kesempatan ini, saya juga berharap kepada seluruh kepala sekolah untuk senantiasa mengingatkan kepada anak-anak kita, orang tua, sehingga tidak terjerumus terhadap hal-hal yang kita tidak inginkan,” harap Sufriaty.
Sufriaty menambahkan, ilmu yang didapatkan pada sosialisasi ini bukan hanya secara pribadi, tetapi bisa disampaikan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Semoga apa yang kita dapatkan hari ini bisa bermanfaat dan di edukasikan kepada masyarakat maupun orang sekitar kita,” tutupnya.
Sementara itu, Abdul Talib Mustafa selaku narasumber juga memaparkan tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga serta pelecehan seksual.












