SAOKAREBA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) audit kasus stunting di Puskesmas Mangkutana, Sabtu (15/7/2023).
Ini dilakukan dalam rangka percepatan penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Luwu Timur.
Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB, Suliati, didampingi Koordinator Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Luwu Timur, Hajar, mengatakan audit ini untuk mencari penyebab terjadinya kasus stunting.
Harapannya, sehingga kasus serupa dapat dicegah sedini mungkin.
Dari hasil akhir audit kasus stunting di 11 Kecamatan, ditemukan 1 kasus di Wasuponda, Towuti 7, Nuha 4, Wotu 7, Burau 8, Angkona 4, Tomoni 3, Kalaena 1, Tomoni Timur 3, Mangkutana 5 dan Malili 5 kasus.
“Dari hasil identifikasi dan seleksi kasus yang akan diaudit yaitu sasarannya calon pengantin, ibu hamil dan anak Bayi dua tahun (Baduta) Stunting,” kata Suliati.
Setelah dilakukan identifikasi dan seleksi selanjutnya akan dilakukan tahap kedua audit kasus stunting yaitu kunjungan langsung lapangan atau audit langsung oleh Tim Pakar Stunting (Dokter Spesialis Anak, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dokter Spesialis Kandungan/obgyen).
“Kegiatan ini dilakukan agar kita dapat mengetahui penyebab terjadinya kasus stunting sehingga kasus serupa dapat dicegah sedini mungkin,” tuturnya.
Dari upaya ini diharap memberikan rekomendasi penanganan kasus dan perbaikan tata laksana kasus serta upaya pencegahan yang harus dilakukan.












