Olahraga

Memalukan! Penonton Pukul Pemain Saat Ricuh di Turnamen Sepakbola Wasuponda

×

Memalukan! Penonton Pukul Pemain Saat Ricuh di Turnamen Sepakbola Wasuponda

Sebarkan artikel ini

SAOKAREBA – Memalukan! Babak semi final Piala Kemerdekaan HUT RI ke-80 di Kecamatan Wasuponda antara Desa Parumpanai dan Indra Pratama Wasuponda (IPW), berakhir ricuh, Rabu (27/8/2025).

Dalam laga yang digelar di Lapangan Wasuponda tersebut, baik pemain kedua tim dan penonton terlibat aksi baku pukul.

Suasana riuh seketika saat pemain jersey warna merah memburu pemain jersey warna hijau. Adu fisik terjadi di tengah lapangan.

Suasana semakin tak terkendali karena penonton ikut masuk dalam lapangan dan terlibat kontak fisik.

Sedianya turnamen piala kemerdekaan dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-80 untuk menghibur masyarakat, malah berakhir ricuh.

Sebelum ricuh, pertandingan berlangsung dengan tensi panas, skor sementara 2-1 untuk keunggulan IPW.

Awal mula kericuhan pecah, disebabkan diduga terjadi kontak fisik antara penjaga gawang IPW dengan pemain Parumpanai.

Aksi tersebut menyulut respon berlebihan dari penonton hingga masuk ke dalam lapangan dan terlibat langsung dalam kericuhan.

Dalam video yang viral beredar, pemain jersey warna hijau terlihat diburu dan mendapat pukulan dan tendangan, baik dari pemain dan penonton.

Penonton lain yang jengkel melihat kericuhan itu berusaha melerai dan menghentikan kericuhan yang terjadi.

Kericuhan merembet sampai ke luar lapangan, saat pemain jersey warna hijau berusaha melarikan diri dari kejaran penonton.

Akibat insiden itu, tiga peman Parumpanai harus dilarikan ke Puskesmas Wasuponda untuk mendapat perawatan medis.

Pihak Keamanan Jebol

Warga prihatin dengan kericuhan yang terjadi di turnamen sepak bola ini. Aspek keselamatan bagi pemain untuk turnamen seperti ini perlu menjadi perhatian serius.

Sebab, di lokasi pertandingan, unsur keamanan sangat kurang dengan konsentrasi massa yang begitu banyak.

Turnamen Dihentikan

Alasan keamanan, Pemerintah Kecamatan Wasuponda, Polsek Wasuponda, KONI, PSSI Luwu Timur dan panitia pun bersepakat untuk menghentikan turnamen ini, baik sepakbola dan futsal.

Kesepakatan tersebut dibuat setelah dilakukan rapat bersama pasca terjadinya kerucuhan di turnamen tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *