SAOKAREBA – Pedagang buah, MN, warga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, menjadi korban penipuan via online di handphonenya.
Korban tergiur dengan iming-iming keutungan besar dari penipu. Korban sampai rela mentrasferkan dananya Rp 9 juta lebih, untuk mendapatkan pengembalian dana yang lebih besar lagi.
Alih-alih dapat keuntungan besar, MN malah ditipu dan alami kerugian. Uangnya raib digondol penipu.
Terungkap saat korban melaporkan kasusnya penipuannya di Polres Luwu Timur, Jumat (30/1/2026).
Penyidik Polres Luwu Timur meminta masyarakat waspada dengan penipuan dengan dalih keuntungan instan via handphone.
“Kalau ada chat yang tawarkan hadiah atau keuntungan di handphone, langsung hapus saja. Bisa habis uang anda kalau direspon,” kata penyidik Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Muh Mubin.
Uang yang telah ditransfer korban, banyak dikirim pelaku ke luar negeri.
Iptu Mubin sarankan, agar masyarakat bijak menggunakan media sosial kalau ada tawaran bisnis.
“Kalau ada penawaran di luar nalar beri keuntungan lebih 100 persen itu sudah penipuan,” ujarnya.
Menurut Iptu Mubin, bank saja tidak pernah tawarkan keuntungan besar kepada nasabah.
“Sekarang banyak modus penipuan mengaku aparat, petugas bank, tempat belanja online. Jadi bijak dan waspada,” pesannya.












