SAOKAREBA – PT Citra Lampia Mandiri (CLM) bersama Dinas Kesehatan Luwu Timur memberikan pelatihan 25 keterampilan dasar kader posyandu dan bidan desa di Wisma Trans Malili, Senin, (1/12/2025).
Kegiatan digelar dari 1–13 Desember 2025 dan menjadi bagian penting dalam peningkatan kapasitas sumber daya kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Luwu Timur, Amrullah Rasyid mengapresiasi komitmen PT Citra Lampia Mandiri dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, terutama melalui pelatihan teknis bagi kader posyandu dan bidan desa.
“Terima kasih kepada PT Citra Lampia Mandiri atas inisiatif dan kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya kesehatan masyarakat di wilayah pemberdayaan,” ujar Amrullah.
Menurutnya, kolaborasi seperti ini merupakan contoh nyata bagaimana dunia usaha dapat berperan langsung dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Direktur Eksternal PT CLM, Ismail Achmad mengatakan, perusahaan juga berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah pemberdayaan.
“Pelayanan kesehatan bagi masyarakat adalah prioritas bagi PT CLM,” ujar Ismail Achmad.
Menurut Ismail, kader posyandu punya peran strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan di desa, sehingga peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan mendasar.
Selain itu, PT CLM juga menegaskan perannya dalam mendukung upaya penurunan kasus stunting dan gizi buruk di wilayah pemberdayaan.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Luwu Timur, Alimuddin Bachtiar menegaskan, target nasional juga harus menjadi perhatian daerah.
“Sejalan dengan RPJMN 2025-2029, Pemerintah menargetkan 80% posyandu aktif dan 75 persen posyandu siklus hidup yang berarti, posyandu harus buka minimal buka sebulan sekali dan memiliki kader minimal 5.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dari transformasi layanan kesehatan primer yang menekankan pendekatan berbasis klaster siklus hidup, yang mencakup pelayanan kesehatan mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
Hadir Direktur PT CLM, Ismail Achmad, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Rapiuddin Tahir, Camat Malili, Hasimning, Kepala Desa Puncak Indah, Muhammad Cakir, serta seluruh peserta.
Pelatihan ini diharapkan memperkuat transformasi layanan kesehatan primer dan mendukung pencapaian Posyandu aktif sesuai target RPJMN 2025–2029 dan kader posyandu.
Sebagai ujung tombak layanan kesehatan masyarakat, diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam berbagai aspek pelayanan.












