NasionalNews

Warga Lioka: Pipa Minyak PT Vale Sudah Tiga Kali Bocor, Ini yang Paling Parah

×

Warga Lioka: Pipa Minyak PT Vale Sudah Tiga Kali Bocor, Ini yang Paling Parah

Sebarkan artikel ini

SAOKAREBA – Pipa minyak PT Vale Indonesia bocor Sabtu, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 07.30 Wita di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Luwu Timur.

Minyak mentah warna hitam pekat seperti oli kotor yang bersumber dari pipa bocor masuk ke jaringan irigasi dan sawah petani setempat.

Ternyata, rusaknya pipa minyak PT Vale Indonesia bukan baru kali pertama terjadi, melainkan sudah tiga kali.

Terungkap pada rapat darurat di Aula Kantor Camat Towuti.

Rapat diikuti External PT Vale, BPBD Luwu Timur, dinas sosial, ketua dan anggota Komisi III DPRD Luwu Timur.

Sejumlah masyarakat, petani yang terkena dampak dari kerusakan atau bocornya pipa minyak ini juga hadir.

Warga Lioka menuturkan, bocornya pipa minyak PT Vale Indonesia bukan yang pertama kali.

“Sudah tiga kali terjadi, dan yang sekarang ini paling parah,” keluh warga tersebut.

Pernah sebelumnya kata dia, pipa bocor sekitar tahun 2000.

Dampak yang harus dirasakan petani, lahan baru bisa kembali produksi empat tahun kemudian atau pada 2024.

“Dan sekarang kami kena lagi dampaknya,” ujar warga tersebut.

Diberitakan, tumpahan minyak yang keluar dari pipa meluber ke irigasi dan masuk sawah masyarakat.

Aliran minyak juga meluber ke sungai yang terhubung ke Danau Towuti didiami hewan endemik.

“Pipa minyak PT Vale mengalami kebocoran sehingga luapan minyak mentah melebar ke sawah-sawah dan irigasi dan sungai, ini bisa dipastikan sampai ke Danau Towuti,” kata Ketua Pospera Towuti, Ulla di lokasi.

Ulla juga memperlihatkan proses penanganan luberan minyak mentah berwarnah hitam pekat mirip oli kotor masuk ke dalam sungai.

“Sangat disayangkan sekelas Vale hanya menggunakan alkom-alkom seperti ini dalam penanganannya,” keluhnya.

Menurut dia, perlu ada penanganan luar biasa mengingat volume minyak yang tumpah banyak namun alkom yang digunakan ada yang macet.

“Kalau seperti ini saya rasa tidak maksimal,” katanya.

Head of Coorporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum mengatakan, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memahami terkait insiden kerusakan pipa yang terjadi pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025, sekitar pukul 07.30 WITA di Desa Lioka, Kecamatan Towuti.

“Penyebab kerusakan masih dalam proses investigasi, namun prioritas utama kami adalah meyakinkan sumber kebocoran dapat tertangani dengan baik dan melakukan upaya mitigasi terhadap dampak masyarakat, sosial dan lingkungan,” kata Vanda Kusumaningrum kepada wartawan.

Sejak pertama kali menerima informasi sambungnya, PT Vale segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan tim Emergency Respon Group (ERG). “Kami langsung berada di lokasi untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan pemulihan,” ungkapnya.

Upaya awal termasuk pemasangan oil boom dan oil trap bebernya, untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Serta koordinasi intensif baik di dalam PT Vale dan antar seluruh stakeholder serta lebih lanjut.

“Perusahaan telah mengaktifkan crisis management team untuk memastikan agar proses pemulihan berjalan cepat dan menyeluruh. Kami memahami bahwa insiden seperti ini menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, pekerja, dan lingkungan,” ungkapnya

Sebagai perusahaan yang mengedepankan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan, PT Vale akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk dengan instansi pemerintah terkait, menjaga transparansi informasi, dan memastikan seluruh langkah penanganan sesuai dengan tata kelola tanggap darurat yang ada.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya insiden ini dan berkomitmen untuk menangani situasi dengan penuh tanggung jawab demi melindungi lingkungan dan mendukung keselamatan komunitas di sekitar wilayah operasi kami,” tuturnya.

PT Vale berkomitmen untuk menjalankan setiap kegiatan operasional secara patuh, bertanggung jawab, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta senantiasa terbuka terhadap dialog konstruktif dan klarifikasi dari seluruh pemangku kepentingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *