SAOKAREBA – Pemkab Luwu Timur berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk menyambut investasi di Bumi Batara Guru.
Salah satunya melalui program mandarin english (Mandalish) goes to Pare, Kediri, Jawa Timur.
Pemkab bekerjasama dengan perusahaan swasta memberangkatkan 79 peserta untuk belajar bahasa mandarin dan inggris di Pare.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengatakan terima kasih kepada perusahaan yang berkontribusi untuk putra putri Luwu Timur.
“Terima kasih atas perusahaan yang bersedia menjadi bapak angkat bagi para peserta,” kata Irwan pada sent off Mandalish Lutim Juara 2026 batch 1, Minggu, (10/5/2026).
Menurut suami anggota DPRD Sulsel, Ani Nurbani, investasi di Luwu Timur dibutuhkan tenaga yang bisa menggunakan bahasa mandarin dan inggris, kedepannya.
“Investor atau perusahaan asing yang berinvestasi di Luwu Timur perlu menggunakan translator atau penerjemah lokal nantinya,” katanya.

Peserta yang mengikuti kursus selama empat bulan, perlu memaksimalkan kesempatan yang ada.
“Terima kasih juga atas dukungan orang tua, doakan anak ta, supaya maksimal hasilnya. Hanya Luwu Timur yang fasilitasi warganya seperti ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah melakukan penandatangan kerja sama dengan Access English, lembaga pelatihan bahasa Inggris dan Mandarin, Access English School, di Joglo Kyarra, Pare, Kediri, Jawa Timur, Rabu (22/10/2025).
Kerjasama dilakukan untuk melatih tenaga siap kerja sebagai penerjemah dan juru bicara dalam menyambut investasi besar yang akan masuk ke Luwu Timur.
Penandatangan dilakukan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam dan CEO Access, Ramdan disaksikan Ketua TP PKK Luwu Timur, Ani Nurbani, Tim Ahli Pendamping, Afrianto, Sekretaris Dinas PMD Luwu Timur, Umar Hasan Dalle, serta segenap jajaran Access English School.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Luwu Timur, Awaluddin mengatakan, potensi investasi di Luwu Timur tinggi dan butuh SDM kualifikasi khusus.
“Pemkab membekali generasi muda untuk kemampuan bahasa asing mandarin dan inggris agar tidak jadi penonton di daerah sendiri.
“Pemkab berupaya untuk menyiapkan sumberdaya yang bisa bersaing, baik tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Awaluddin mengatakan, peserta yang diberangkatkan telah melalui proses tes seleksi.
“Masih ada perwakilan 53 desa dari 125 desa dan kelurahan yang belum berangkat, masih menunggu batch selanjutnya,” ujar Awal.












