Pemkab Luwu Timur

Apa Saja Layanan Poliklinik Bedah RSUD I La Galigo Luwu Timur, Yuk Simak!

×

Apa Saja Layanan Poliklinik Bedah RSUD I La Galigo Luwu Timur, Yuk Simak!

Sebarkan artikel ini

SAOKAREBA – RSUD I La Galigo Luwu Timur dalam terus meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat khususnya pada poliklinik spesialis bedah.

Poliklinik ini melayani pelayanan kesehatan rawat jalan dalam proses pembedahan umum yang meliputi operasi Kecil, perawatan luka biasa/luka oleh karena diabetes melitus (DM).

Kemudian perawatan luka post/pasca operasi hernia, usus buntu, haemoroid (Wasir/Ambeyen) dana Konsultasi seputar proses pembedahan.

Dokter spesialis yang bertugas di poliklinik spesialis bedah dokter Sikrong, Sp.B dan dokter Komet Rama Daud, Sp.B, FICS. Keduanya dibantu dua orang perawat dan 1 orang admin.

Poliklinik bedah buka mulai Senin sampai Sabtu, pukul 07.30 Wita sampai 14.00 Wita.

Informasi dari rumah sakit, rata-rata kunjungan pasien per hari sebanyak 20 orang.

dokter Komet Rama Daud, mengatakan, keluhan pasien terbanyak yang datang berobat ke poliklinik bedah yaitu pasien dengan keluhan Diabetes Melitus dan tumor jinak.

“Keluhan terbanyak dari pasien yang datang berobat di Poli Bedah adalah karena diabetes melitus,“ katanya, Selasa (25/7/2023).

Dokter Komet mengatakan, alat kesehatan yang ada di poliklinik sudah sangat memadai untuk digunakan dalam pelayanan terbaik kepada pasien.

Berikut pelayanan kesehatan yang bisa diperoleh di poliklinik bedah RSUD I La Galigo Luwu Timur:

  1. Pemeriksaan fisik kondisi tertentu, misalnya pemeriksaan fisik pada wasir.
  2. Diagnosis penyakit berdasarkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti laparoskopi, endoskopi, USG, foto Rontgen dan CT scan.
  3. Biopsi atau pengambilan sampel jaringan, misalnya pada benjolan atau tumor di bagian tubuh tertentu seperti tulang, kulit, usus, atau kelenjar getah bening.
  4. Terapi dalam bentuk bedah invasif (operasi terbuka) maupun invasif minimal (sayatan kecil atau bahkan tanpa sayatan) beserta penanggulangan komplikasinya.
  5. Pembedahan pada usus buntu, mastektomi (pengangkatan payudara), kolektomi (pengangkatan usus besar), pengangkatan kandung empedu dan amputasi.
  6. Bedah emergensi, seperti pada kasus perforasi usus buntu, peritonitis, abses hati, pecahnya varises esofagus, komplikasi tukak lambung (perdarahan atau bocor lambung), hernia inkarserata dan pneumothorax.
  7. Pembuatan akses untuk prosedur cuci darah melalui pembuluh darah atau rongga perut.
  8. Manajemen dan perawatan luka, termasuk luka bakar, luka infeksi dan luka pascaoperasi.
  9. Perawatan pasien sebelum, selama dan setelah prosedur bedah, termasuk merencanakan terapi rehabilitasi kasus bedah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *