SAOKAREBA – Kabupaten Luwu Timur memperoleh jatah pembangunan delapan menara Base Transceiver Station (BTS) dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI.
Kabid Telematika dan Persandian, Dinas Kominfo (Diskominfo) Luwu Timur, Arief Fadilla mengatakan delapan desa mendapatkan pegadaan menara BTS.
Desa tersebut yaitu Batu Putih di Kecamatan Burau dan Desa Tarabbi, Kecamatan Malili.
Kemudian Desa Kawata, Desa Parumpanai dan Desa Balambano di Kecamatan Wasuponda.
Lalu Desa Masiku di Kecamatan Towuti, Desa Nuha dan Desa Matano Kecamatan Nuha.
Arief mengatakan proyek pembangunan BTS di Luwu Timur menggunakan anggaran APBN 2022.
Providernya BTS yaitu Smartfren, Protelindo dan Daya Mitra Telekomunikasi atau DMT.
“Ada tiga provider yang kerjakan. Itu langsung dari kementrian,” kata Arief, Selasa (13/6/2023).
Menurut Arief, delapan menara yang telah dibangun itu semuanya berfungsi dengan baik.
“Jadi bagus semua (menaranya) tidak ada kendala sejauh ini,” ujar Arief.
Mengenai anggaran yang digunakan untuk pembangunan BTS, diskominfo tidak tahu persis berapa nilainya.
“Kalau itu yang tidak tahu berapa, saya tahu hanya lokasi dimana pembangun BTSnya,” imbuhnya.
Arief menjelaskan, menara BTS diperuntukkan untuk desa yang berada di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T).
Desa yang menjadi sasaran dari pembangunan BTS dari Kominfo tersebut juga ada di Kabupaten Luwu Timur.












