DPRD Luwu Timur

Aprianto Dorong Pemkab Luwu Timur Perkuat Sektor Non Tambang

×

Aprianto Dorong Pemkab Luwu Timur Perkuat Sektor Non Tambang

Sebarkan artikel ini

SAOKAREBA – DPRD Luwu Timur mendorong penguatan sektor ekonomi non-tambang agar daerah tidak hanya bergantung pada pertambangan.

Anggota DPRD Luwu Timur, Aprianto Mappe, menilai diversifikasi ekonomi penting untuk memperkuat fondasi ekonomi dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi non-tambang Luwu Timur tumbuh 13,87 persen pada Triwulan I 2026.

Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bahwa sumber pertumbuhan ekonomi daerah mulai semakin beragam.

Aprianto mengatakan sektor pertambangan masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi Luwu Timur.

Namun, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, UMKM, hingga industri pengolahan harus terus dikembangkan.

“Pertambangan tetap menjadi sektor utama yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Luwu Timur. Namun ke depan kita tidak boleh hanya bergantung pada sektor tambang,” kata Aprianto.

Menurutnya, ketergantungan pada satu sektor memiliki risiko ketika terjadi perubahan produksi maupun harga komoditas.

“Semakin banyak sektor yang tumbuh, maka ekonomi daerah akan semakin kuat dan masyarakat memiliki lebih banyak peluang usaha maupun lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Aprianto menilai pertumbuhan ekonomi non-tambang menjadi momentum yang harus dijaga melalui kebijakan yang mendukung sektor produktif masyarakat.

Ia mengapresiasi berbagai langkah penguatan sektor pertanian, mulai dari pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengembangan sektor perikanan.

Program tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekonomi yang lebih seimbang dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah dalam jangka panjang.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah konsistensi. Program-program yang sudah berjalan harus terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Hilirisasi Jadi Tantangan Berikutnya
Selain meningkatkan produksi, Aprianto mendorong agar hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan dapat diolah di Luwu Timur sehingga menghasilkan nilai tambah.

“Kita tidak cukup hanya meningkatkan produksi. Yang juga penting adalah bagaimana hasil-hasil pertanian, perkebunan, maupun perikanan itu bisa diolah di Luwu Timur sehingga menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan DPRD Luwu Timur siap mendukung kebijakan pemerintah daerah yang bertujuan memperkuat sektor produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Diversifikasi ekonomi merupakan langkah yang tepat untuk masa depan Luwu Timur. Tambang tetap menjadi kekuatan utama daerah, tetapi sektor-sektor lain juga harus terus tumbuh,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *