Ekonomi

Kontribusi PT Vale Indonesia Perkuat Fondasi Pembangunan Ekonomi Masyarakat Luwu Timur

×

Kontribusi PT Vale Indonesia Perkuat Fondasi Pembangunan Ekonomi Masyarakat Luwu Timur

Sebarkan artikel ini
Foto: PT Vale Indonesia

SAOKAREBA – PT Vale Indonesia Tbk sebagai perusahaan penghasil nikel terbaik di Indonesia telah menjelma menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Di usia ke-58, PT Vale Indonesia turut berperan aktif meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik di daerah operasi perusahaan.

Jalannya pembangunan di 125 desa dan kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan di Luwu Timur tidak lepas dari kontribusi PT Vale yang terus berkomitmen memberikan dukungan fiskal daerah.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Luwu Timur, Muh Said, mengatakan, PT Vale Indonesia menempati posisi teratas dalam memberikan kontribusi besar bagi peningkatan dan pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) Luwu Timur.

Said menambahkan, PT Vale Indonesia adalah perusahaan tambang yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur dan sangat patuh dalam melaksanakan kewajibannya membayar pajak dan retribusi daerah.

“Pemda telah memanfaatkan seluruh dana bagi hasil yang bersumber dari PT Vale untuk pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam APBD setiap tahunnya,” kata mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Luwu Timur ini, Kamis (15/10/2026).

“Pemda berharap, ke depan kontribusi PT Vale meningkat, terutama dalam peningkatan fiskal daerah, dengan mengedepankan prinsip bersama membangun Luwu Timur melalui sinergi dan kolaborasi dalam membiayai pembangunan daerah,” tutur Said.

Berdasarkan data BKAD Luwu Timur, total pendapatan yang diperoleh Pemkab Luwu Timur dari PT Vale Indonesia mencapai Rp2.774.824.411.329 atau lebih dari Rp2,7 triliun hanya dalam kurun lima tahun terakhir.

Rinciannya, Rp375,34 miliar (2021), Rp553,37 miliar (2022), Rp620,54 miliar (2023), Rp584,76 miliar (2024), serta Rp640,78 miliar (2025).

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, mengatakan, keberadaan PT Vale di Luwu Timur adalah sesuatu yang luar biasa dan memberikan kontribusi besar bagi daerah.
“Baik dari sisi pendapatan maupun sosial kemasyarakatan,” ujar suami anggota DPRD Sulsel, Ani Nurbani, ini.

PT Vale juga menjalankan program inisiatif sosial secara terpadu untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Program inisiatif ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk mempersiapkan ketahanan ekonomi dan sosial pascatambang. Pelaksanaannya melalui kemitraan antara masyarakat, pemerintah, dan perusahaan sebagai fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dikutip dari laporan keberlanjutan PT Vale Indonesia tahun 2025, perusahaan menggelontorkan US$5.571.359 pada 2023, US$4.000.198 pada 2024, dan US$4.734.128 pada 2025. Jika dirupiahkan, nilainya mencapai ratusan miliar untuk melaksanakan program PPM di seluruh wilayah operasional.

Pengrajin anyaman teduhu asal Desa Nuha, Yulianti, mengakui dukungan PT Vale telah membawa manfaat bagi pengrajin di desanya. Tradisi menganyam yang sudah ada sejak 1970-an kini terus berkembang secara estetika dan variasi produk sejak para pengrajin mulai memanfaatkan serat teduhu pada 2006.

“Bersama PT Vale, kami bisa melakukan inovasi produk, mulai dari kotak tisu hingga tas modern, sekaligus mengajak anak-anak muda di desa untuk ikut menjaga tradisi ini agar tidak punah. Kesempatan mengenalkan teduhu di ajang Dekranas ini sangat berharga untuk memperluas pasar dan membuka peluang kerja sama baru,” tutur Yulianti yang telah merasakan program PPM ini.

Anyaman teduhu telah dipamerkan dalam ajang Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), yaitu Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan HUT Dekranas ke-46 yang berlangsung di Makassar pada 9–11 Juli 2026.

Bagi PT Vale, pengenalan anyaman teduhu merupakan bagian dari strategi investasi sosial untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara jangka panjang. Melalui PPM, penguatan produk lokal ini difokuskan pada aspek keberlanjutan tradisi melalui program regenerasi yang terukur.

Head of External Relation Sorowako and Outer Area PT Vale, Yusri Yunus, menjelaskan bahwa perusahaan menaruh perhatian besar pada keberlangsungan kearifan lokal. Saat ini, PT Vale membina generasi kedua pengrajin yang berusia 16 hingga 23 tahun untuk meneruskan keahlian para pengrajin senior yang kini berusia 40 hingga 50 tahun.

“Prinsip kami adalah tumbuh bersama masyarakat. Kami ingin memastikan produk lokal seperti teduhu memiliki daya saing tinggi dan tradisinya tetap lestari. Untuk itu, PT Vale memberikan pendampingan, mulai dari pengenalan bahan baku berkelanjutan, inovasi teknik menganyam, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), manajemen usaha, hingga pembukaan akses pasar seluas-luasnya,” kata Yusri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *