SAOKAREBA – AKP Muhammad Aswan Sahruddin atau lebih dikenal Aswan Raharja, tiga tahun satu bulan jabat kasat intel di Polres Luwu Timur.
Kini, Aswan bergeser ke Polda Sulsel, menjabat panitia 3 Subdit 1 ditintelkam. Pergeseran adalah hal lumrah di institusi Polri.
“Insya Allah, Minggu depan, Selasa 14 April serah terima jabatan (sertijab),” kata polisi kelahiran 2 Mei 1983 ini.
Menjabat sejak 13 Maret 2023-14 April 2026 di Polres Luwu Timur, Aswan membantu tiga kapolres, AKBP Silvester MM Simamora, AKBP Zulkarnain dan AKBP Ario Putranto.
Bagi sebagian orang, tiga tahun mungkin waktu yang lama, tetapi waktu yang singkat bagi orang yang kenal sosok polisi lulusan bintara Polri 2002 ini.
Perwira khusus intelijen lulusan 2017 ini adalah satu dari sejumlah polisi yang disukai masyarakat di Luwu Timur.
Penulis bisa bilang, Aswan ini polisi yang luwes, mudah bergaul, dengan pembawaan tenang, tajam dalam membaca situasi, lebih banyak di balik layar dibanding tampil di depan publik.
Penulis menilai ayah tiga anak ini sebagai sosok analitis dan cermat, mampu mengolah informasi dari berbagai sumber sebagai bahan pengambilan keputusan.
Pembawaan yang tenang namun cepat beradaptasi, utamanya dalam situasi atau dinamika keamanan dan sosial di wilayah Luwu Timur.

Sosoknya komunikatif, baik dengan masyarakat, tokoh lokal, maupun instansi untuk kepentingan menjaga stabilitas daerah.
Baru sekira sepekan bertugas di Luwu Timur, Aswan sudah mendapat tugas mengamankan kunjungan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi.
Lalu berpindah pada 2024, yang diketahui tahun politik (pileg, pilpres dan pilkada) itu, bisa dilalui masyarakat Luwu Timur dengan kondusif, juga tidak terlepas dari kerja di belakang layarnya.
“Alhamdulillah, dapat dikelola dengan baik hingga semua tahapan aman kondusif,” ujar Aswan.
Hobi Bermain Domino
Pemain domino di Luwu Timur hampir pasti kenal dengan AKP Aswan. Julukan ‘Paddomeng’ juga sudah melekat dengan pribadi perwira tiga balok ini.
Lewat domino, Aswan turut mengajak masyarakat sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Tas gandeng yang suka dia bawa saat beraktifitas, di dalamnya, biasanya ada kartu domino. Coba tanya kalau ketemu!
Olahraga ‘pikiran’ yang merakyat dan menyentuh lapisan atas hingga masyarakat bawah ini, sudah jadi salah satu ‘hobinya’.
Kalau tidak percaya, tanya saja pengunjung Warkop Rumah Teduh di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.
Layaknya ‘pendekar’, Aswan sering ditantang main domino oleh pengunjung di Warkop Teduh.
Namanya ‘jagoan’, sebuah tantangan adalah sesuatu yang wajib diterima, kalau Aswan sedang waktu lowong.
Bukan hanya bola yang nonton bareng (nobar), nonton domino yang dimainkan empat orang ini pun juga nobar.
Apalagi kalau skor sudah 0-6 atau 0-9. Ini skor genting, pemain domino pasti paham. Tapi serunya disitu.
Untuk pemain domino skor tersebut bisa menjadi bahan ‘bullyan’, bila sudah mencapai skor akhir 0-7 atau 0-10. Pemain domino sebutnya skor ‘babi’.
Fans Fanatik Klub Manchester United (MU)
Klub asal Inggris ini, beberapa musim terakhir performanya menurun di English Premier League (EPL).
Klub yang dulunya langganan juara pada era pelatih Sir Alex Ferguson ini, kini minim bahkan minor trophy.
Pelatih berkualitas pasca kepergian Sir Alex silih berganti melatih, seperti David Moyes (2013–2014) Ryan Giggs (Interim – 2014) Louis van Gaal (2014–2016) Jose Mourinho (2016–2018).
Ole Gunnar Solskjaer (2018–2021) Michael Carrick (Interim – 2021) Ralf Rangnick (Interim – 2021–2022) Erik ten Hag (2022–2024) Ruud van Nistelrooy (Interim – 2024) Ruben Amorim (2024).
Musim 2026 ini, hingga pekan 31, MU kini dilatih Carrick dalam tren positif dan bertengger di posisi ke-3 klasmen dengan 55 poin, dibawah Arsenal dan Machester City.
Membahas MU, salah satu pintu masuk untuk membuka ruang berdiskusi dengan AKP Aswan.
Aswan adalah fans fanatik klub yang bermarkas di Kota Manchester ini. Sampai kediamannya di Masamba, Luwu Utara dicat nuansa warna merah, warna khas MU.
Penulis masih ingat saat berkunjung ke rumah Aswan. Di teras rumahnya, dia berdiri sambil memamerkan baju bertulis ‘Setang Mararang’ artinya Setan Merah julukan Manchester United.
Baju itu dipesan dari Fans Inter Milan, Jumaedil atau Medil Morrati (salah satu jurnalis senior di Luwu Raya), saat tugas di Jawa Barat. (Vanbo)
Selamat bertugas di tempat yang baru pak!







