Lingkungan

Komitmen Hijau, PT Vale Gelontorkan Puluhan Juta Dolar untuk Pengelolaan Lingkungan

×

Komitmen Hijau, PT Vale Gelontorkan Puluhan Juta Dolar untuk Pengelolaan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

SAOKAREBA – PT Vale Indonesia Tbk menggelontorkan US$ 43,8 juta untuk biaya pengelolaan lingkungan di wilayah operasional perusahaan di site Sorowako, IGP Morowali dan IGP Pomalaa. PT Vale berkomitmen melindungi lingkungan tempat perusahan beroperasi.

Berdasarkan laporan tahunan PT Vale tahun 2025 dikutip Jumat (1/5/2026), perusahaan mengelontorkan US$ 33.806.894 di Site Sorowako, US$ 457.692 di IGP Morowali dan US$ 9.527.482 di IGP Pomalaa.

Jumlah tersebut meningkat 54 persen dari US$ 28,4 juta pada 2024, ini mencerminkan penguatan pengendalian lingkungan dan upaya kepatuhan di operasi maupun proyek pertumbuhan perusahaan.

Realisasi tersebut masih berada di bawah tingkat 2023, yang dipengaruhi oleh
investasi besar yang bersifat satu kali di Sorowako. Namun demikian,
peningkatan pada 2025 menunjukkan pertumbuhan kembali yang didorong oleh kebutuhan operasional dan perkembangan proyek.

Sebagian besar biaya tetap terkonsentrasi di Sorowako, yaitu sebesar US$ 33,8 juta atau sekitar 77 persen dari total biaya pengelolaan lingkungan.

Jumlah ini meningkat 32 persen dibandingkan 2024, terutama untuk mendukung program pengelolaan lingkungan tahunan, termasuk pemantauan air, pengendalian emisi udara, pengelolaan limbah, dan aktivitas kepatuhan rutin lainnya yang sejalan dengan skala dan kematangan operasi penambangan dan pengolahan perusahaan.

Peningkatan paling signifikan terjadi di IGP Pomalaa, di mana biaya pengelolaan lingkungan meningkat tajam menjadi
US$ 9,5 juta dibandingkan US$ 0,5 juta pada 2024.

Kenaikan substansial ini terutama didorong oleh pembangunan infrastruktur lingkungan, khususnya konstruksi sediment pond untuk memperkuat pengendalian pengelolaan air selama pengembangan proyek, disertai investasi yang lebih luas untuk mendukung sistem pengelolaan lingkungan dan kepatuhan regulasi seiring proyek mendekati mechanical completion.

Sebaliknya, biaya di IGP Morowali menurun menjadi US$ 457.692
dari US$ 2,3 juta pada 2024, mencerminkan selesainya sejumlah
aktivitas awal penyiapan lingkungan serta pergeseran menuju langkah pengelolaan lingkungan yang lebih terarah seiring
perkembangan bertahap proyek.

“Komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan juga tercermin melalui biaya pengelolaan lingkungan yang dialokasikan untuk mendukung program lingkungan,
mitigasi dampak, rehabilitasi lahan, sistem pemantauan, kepatuhan regulasi, dan pengembangan kapabilitas di seluruh wilayah operasional,” jelas PT Vale dalam laporannya.

Ke depan, biaya pengelolaan lingkungan diperkirakan meningkat sejalan dengan kemajuan berkelanjutan proyek pertumbuhan Indonesia PTVI, khususnya di Pomalaa dan Morowali, seiring kedua proyek bertransisi dari fase konstruksi
menuju tahap kesiapan operasional awal.

Perkembangan ini diperkirakan akan memperluas cakupan dan intensitas aktivitas pengelolaan lingkungan, termasuk pemantauan, pelaporan, dan kewajiban kepatuhan yang semakin komprehensif sesuai dengan persyaratan regulasi nasional.

Membangun Kapabilitas dan Kesadaran Lingkungan di Seluruh Operasi

Sejalan dengan investasi berkelanjutan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan, kami menyadari bahwa komitmen finansial saja tidak cukup untuk memastikan implementasi yang efektif.

Keberhasilan program lingkungan perusahaan bergantung pada kapabilitas, kesadaran, dan akuntabilitas para pihak yang menjalankannya di seluruh operasi kami.

“Perusahaan terus berinvestasi dalam pengembangan kapasitas melalui program pelatihan dan sertifikasi yang terstruktur. Inisiatif ini dirancang untuk membekali karyawan dan kontraktor kami dengan pengetahuan serta kompetensi teknis yang diperlukan untuk menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan (EMS) secara efektif dan menjaga standar lingkungan kami dalam kegiatan operasional sehari-hari,”

Pada 2025, PTVI menyelenggarakan program pelatihan lingkungan bagi total 2.304 peserta, yang terdiri dari 338
karyawan dan 1.966 kontraktor. Tingginya partisipasi tenaga non-karyawan mencerminkan peran signifikan kontraktor dalam mendukung aktivitas operasional, sekaligus pentingnya memastikan seluruh personel yang bekerja di wilayah operasional kami mematuhi standar dan praktik lingkungan yang sama.

Selain itu, sebanyak 66 peserta memperoleh sertifikasi profesional terkait pengelolaan lingkungan, yang terdiri dari
60 karyawan dan 6 kontraktor, sehingga semakin memperkuat keahlian internal dalam pengelolaan lingkungan, pengendalian pencemaran, dan pengelolaan limbah di seluruh operasi kami. Membangun Kapabilitas dan Kesadaran Lingkungan di Seluruh Operasi.

Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management System/EMS) perusahaan di operasi Sorowako telah diverifikasi secara independen dan
tersertifikasi ISO 14001:2015 (Cert. No. ID005666), serta secara berkala menjalani audit surveillance.

Implementasinya juga didukung melalui pemantauan kepatuhan lingkungan nasional berdasarkan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)
dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).

Sistem ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab sebagaimana tertuang dalam kebijakan keberlanjutan perusahaan.

“Pendekatan pengelolaan lingkungan kami berbasis risiko dan berorientasi pada dampak. Kami mengidentifikasi, menilai,
dan mengelola risiko lingkungan sejak tahap perencanaan paling awal melalui Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL) atau Environmental Impact Assessment (EIA),”

“Melalui pendekatan ini, kami berupaya meminimalkan pelepasan polutan lingkungan serta mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab di seluruh operasi
kami di Sorowako, IGP Pomalaa, dan IGP Morowali,”

Dalam praktiknya, perusahaan juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, otoritas pemerintah, dan mitra usaha, melalui mekanisme konsultasi yang terstruktur untuk mendukung pengambilan keputusan lingkungan yang transparan dan berbasis informasi.

Kebijakan keberlanjutan perusahaan menetapkan serangkaian komitmen lingkungan yang menjadi pedoman dalam mengelola dampak operasional. Melalui kebijakan ini, PTVI berkomitmen mengurangi jejak lingkungan kami melalui:

• Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan sesuai ISO 14001 dan peraturan serta standar yang berlaku

• Pengembangan strategi adaptasi perubahan iklim dan menerapkan langkah-langkah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca

• Peningkatan efisiensi energi dan memperluas pemanfaatan energi terbarukan

• Penerapan strategi pengelolaan air untuk mengurangi pengambilan air tawar dan meningkatkan daur ulang air

• Penguatan pengelolaan limbah melalui pengendalian berbasis risiko serta prinsip reduce, reuse, recycle

• Perlindungan keanekaragaman hayati melalui penerapan mitigation hierarchy dan praktik reklamasi progresif yang diarahkan untuk mencapai no net loss

• Pelaksanaan perencanaan penutupan tambang serta rehabilitasi lahan secara berkelanjutan sepanjang siklus hidup pertambangan guna memastikan stabilitas lingkungan dan pemanfaatan
lahan pascatambang yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *