News

Akuntabel dan Transparan, Luwu Timur Terima Opini WTP ke-16 dari BPK RI

×

Akuntabel dan Transparan, Luwu Timur Terima Opini WTP ke-16 dari BPK RI

Sebarkan artikel ini

SAOKAREBA – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan memberikan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemkab Luwu Timur atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2025.

WTP merupakan predikat tertinggi dari BPK terkait tata kelola. Predikat ini menunjukkan Pemkab Luwu Timur memiliki sistem pelaporan keuangan yang akuntabel, transparan, dan minim kesalahan material.

Penghargaan atas opini WTP tersebut diserahkan Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Winner Franky Halomoan Manalu yang diterima langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam. Opini WTP ini yang ke-16 bagi Luwu Timur.

Diserahkan pada acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) digelar oleh BPK Perwakilan Sulawesi Selatan di kantornya, Selasa (2/62026).

“Alhamdulillah, predikat WTP yang ke-16 kalinya adalah bukti nyata dari konsistensi, kerja keras, dan sinergi yang solid dari seluruh elemen di Pemerintah Kabupaten Luwu Timur,”

“Ini bukan sekadar pencapaian administratif atau penghargaan di atas kertas, melainkan wujud pertanggungjawaban moral dan transparansi nyata kami kepada seluruh masyarakat Luwu Timur,” ujar Irwan.

​Irwan juga mengapresiasi kinerja seluruh OPD dan juga menekankan agar prestasi ini tidak membuat seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) cepat berpuas diri.​

“Predikat ini harus menjadi cambuk pengingat bahwa setiap rupiah APBD yang dikelola harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara konkret demi kemajuan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Batara Guru,” tegasnya.​

Di sisi lain, opini WTP ke-16 ini menjadi indikator kuat sistem pengendalian internal serta tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan di Kabupaten Luwu Timur telah berjalan dengan sangat matang dan teruji dari tahun ke tahun.

​Keberhasilan mempertahankan standar tertinggi audit BPK ini tidak lepas dari kuatnya sinergi antara pihak eksekutif di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Bachri Syam, fungsi pengawasan dari DPRD Luwu Timur, serta pengawalan aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *