SAOKAREBA – Anggota DPRD Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Ahmad, meminta PT Vale Indonesia Tbk merapatkan kembali secara internal persoalan proyek penggalian pipa minyak dan menggelar ulang sosialisasi kepada masyarakat terdampak.
Permintaan itu disampaikan di sela aktivitasnya, Senin (21/9/2026), menanggapi keluhan warga soal minimnya informasi terkait proyek tersebut.
Keluhan itu sebelumnya disuarakan Aliansi Forum Komunikasi Masyarakat Bersatu (FKMB).
Aliansi ini menilai sosialisasi yang dilakukan manajemen PT Vale masih minim dan belum menjawab kekhawatiran warga atas potensi dampak lingkungan di wilayah proyek.
Menanggapi keluhan tersebut, Andi Ahmad mengatakan Komisi III DPRD akan mengawal aspirasi masyarakat terkait proyek itu.
“Kami di Komisi III DPRD berdiri untuk mengawal aspirasi masyarakat. Pihak manajemen PT Vale harus mendengarkan ini secara serius,”
“Kami meminta PT Vale untuk segera merapatkan kembali hal ini secara internal dan melakukan sosialisasi ulang ke tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai sosialisasi lanjutan diperlukan agar warga mendapat pemahaman menyeluruh soal proyek, termasuk jawaban atas kekhawatiran mereka terkait dampak lingkungan.
“Sosialisasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghormatan PT Vale terhadap masyarakat sekitar,”
“Harus ada pemahaman bersama yang dibangun agar keberlanjutan lingkungan tetap terjaga dan ketenangan warga terjamin,” katanya.
Andi berharap PT Vale segera merespons dengan menyusun langkah konkret untuk kembali menemui masyarakat dan menyelesaikan poin-poin kekhawatiran warga secara terbuka.












