SAOKAREBA – Kabupaten Luwu Timur mendapat pengakuan tingkat nasional sebagai Daerah Peduli Inovasi Ekonomi Kreatif.
Penghargaan ini diterima langsung Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dalam ajang Indonesia B15A yang digelar bertepatan dengan HUT ke-15 Kompas TV, Rabu (10/9/2026).
Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Enik Ermawati yang akrab disapa Ni Luh Puspa, dalam program yang disiarkan secara langsung oleh Kompas TV.
Pengakuan ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja pemerintahan Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Puspawati Husler yang selama ini konsisten mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera (PANDU JUARA), yang diluncurkan pada Desember 2025.
Program ini lahir dari gagasan sederhana namun mendasar: menempatkan desa bukan sekadar objek bantuan, melainkan subjek yang mandiri dalam membangun dirinya sendiri.
Sebanyak 33 desa dari 11 kecamatan dipilih sebagai pilot project, dengan lima komoditas unggulan yang digarap serius, yakni ayam petelur, beras, kakao, ikan bandeng, dan buah-buahan.
Program ini tidak berhenti pada urusan meningkatkan hasil produksi semata, tapi juga berupaya membangun ekosistem ekonomi desa yang benar-benar memberi nilai tambah bagi warganya.
Berkat capaian ini, Bupati Irwan bahkan sempat meraih BDS Impact Award 2026 dari ABDSI.
Di sisi lain, perhatian juga diberikan kepada pelaku UMKM dan program Puteri Ekraf melalui berbagai kegiatan kolaboratif.
Promosi produk lokal, pemberdayaan pelaku usaha kecil, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan identitas ekonomi kreatif daerah terus digenjot agar Luwu Timur makin dikenal luas dan mampu bersaing di kancah nasional.
Bupati sendiri berulang kali menekankan agar seluruh program berjalan selaras dengan visi pembangunan daerah, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) turut mengambil peran dalam mengembangkan industri kerajinan berbasis potensi lokal, termasuk kerajinan anyaman serat alam, melalui inovasi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha kreatif.
Harapannya, produk kerajinan khas daerah ini bisa tumbuh menjadi sektor ekonomi kreatif yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Pemkab Luwu Timur juga menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di kalangan anak muda, sebagai salah satu penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah.












