SAOKAREBA – Aliansi Tani Luwu Timur menyampaikan aspirasinya di Kantor Bupati Luwu Timur, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kamis (24/9/2026).
Aksi ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Tani yang dilaksanakan secara nasional di Indonesia.
Petani yang mengadu adalah petani yang bersinggungan dengan PTPN, program strategis nasional (PSN) dan Kementrian Kehutanan dan PT Vale Indonesia.
Aksi tersebut dijaga aparat gabungan terdiri dari personel Polres Luwu Timur dan Anggota (Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Luwu Timur.
Massa sempat berorasi di depan Kantor Bupati Luwu Timur. Kemudian, bersedia masuk untuk berdialog dengan perwakilan Pemkab Luwu Timur.
Diantaranya Kepala Dispenda Muh Yusri, Kepala DPKAD Muh Said, Sekretaris DPRD Alamsyah.
Setalah selesai di kantor bupati, massa lalu bergeser ke Kantor DPRD Luwu Timur untuk menyampaikan aspirasinya.
Sejumlah tuntutan spesifik disampaikan meliputi:
Konflik Petani di Lahan Eks HGU Sindoka
Petani mendesak pemerintah untuk segera melakukan redistribusi dan memulihkan hak rakyat atas tanah di lahan eks HGU Sindoka. Menghentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap petani.
Memberikan jaminan keamanan dan perlindungan bagi petani yang sedang berjuang menyelesaikan konflik agraria struktural.
Konflik Petani dengan PTPN IV
Petani mendesak, dilakukan audit terhadap ruislag dan aset PTPN. Kembalikan tanah rakyat yang dirampas PTPN. Hentikan intimidasi dan tetapkan batas waktu penyelesaian konflik.
Konflik Laoli dengan PSN PT IHIP
Petani mendesak hentikan penggusuran Laoli. Buka seluruh dokumen HPL Laoli kepada masyarakat. Lindungi petani dan hentikan pemanfaatan lahan yang memperburuk konflik.
Konflik Petani dengan PT Vale dan Kemenhut
Petani mendesak, hentikan perluasan tambang yang mengancam kebun rakyat.
Cabut IPPKH PT Vale di Blok Tanamalia.
Lindungi kebun lada dan tetapkan konflik agraria di Loeha sebagai lokasi prioritas Reforma Agraria. Hentikan intimidasi serta kriminalisasi terhadap petani Loeha.












