SAOKAREBA – Mubalig Ustad Alimuddin menyambut baik program Pejuang Subuh yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur.
Diutarakan Ustad Alimuddin saat mengisi ceramah takziah dikediaman Almarhum Mustafa Idham Chalid, di Jl Bahari, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, Sabtu (12/9/2026).
Almarhum Mustafa adalah orang tua Kabid Aptika Diskominfo Luwu Timur, Safruddin Mustafa.
Ustad Alimuddin mengatakan, pemerintah kita saat ini bukan hanya memikirkan urusan dunia masyarakatnya, tetapi juga memikirkan akhiratnya.
“Ini wajib disyukuri karena pemerintahan kita bukan hanya memikirkan dunia kita, tapi juga memikirkan akhirat kita,” ujar Ustad Alimuddin.
Menurutnya, program pejuang subuh ini bagus. Dia mengajak agar jamaah ikut menyukseskan program Pejuang Subuh ini.
Sebelumya, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati, Puspawati Husler, secara resmi melaunching Program Pejuang Subuh pada momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Lapangan Batara Guru, Kecamatan Tomoni Timur, Minggu (8/2/2026).
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengajak para orang tua ikut berperan aktif dalam menyukseskan gerakan Pejuang Subuh, terutama dengan membiasakan anak menunaikan salat Subuh berjamaah di masjid.
Menurut Irwan, pendidikan karakter dan agama tidak cukup hanya mengandalkan sekolah maupun pesantren.
Kebiasaan anak juga sangat ditentukan oleh lingkungan keluarga.
“Ada beberapa orang tua mengeluh, karena anaknya harus diantar ke masjid, mereka juga jadi ikut salat. Lebih bagus lagi, ala bisa karena biasa,” ujar Irwan.
Ia menilai keterlibatan orang tua justru menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan baik sejak anak masih kecil.
Ustad Abdul Somad (UAS) secara terbuka memuji program pejuang subuh yang digagas Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Disampaikan UAS pada Tabligh Akbar di Lapangan Pendidikan, Jl Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Minggu (26/7/2026).
Menurut UAS, program pejuang subuh ini sangat bagus karena yang disasar adalah anak SD.
Berjalannya program ini, otomatis orang tua murid juga ikut membangunkan anak hingga mengantar ke masjid untuk salat subuh berjamaah.
Bahkan, UAS meminta bupati dan gubernur di daerah lain agar mencontoh ide dari Bupati Luwu Timur ini.
“Semoga anak yang telah dididik salat subuh berjamaah sejak kelas 4,5 dan 6 SD, semoga kelak kalau jadi pejabat, tidak meninggalkan salat subuh berjamaah,” kata UAS.
Pejuang subuh ini upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta menanamkan nilai-nilai religius kepada para pelajar melalui program Pejuang Subuh dengan melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid.












